emerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) melaksanakan kegiatan Paparan Program Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati H. Bahrul Ilmi, didampingi Wakil Bupati Herman Susilo serta Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah dalam memastikan arah program kerja tahun mendatang berjalan selaras dengan visi pembangunan Batola. Pelaksanaan paparan tersebut digelar pada Senin (17/11), bertempat di Rumah Dinas Jabatan Bupati Barito Kuala.
Dalam pengantarnya, Sekda H. Zulkipli Yadi Noor menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh SKPD harus bergerak cepat dan tidak menunda-nunda upaya peningkatan pendapatan. “Terkait PAD adalah mengurangi kebocoran. Jadi maksudnya kita bergerak dari sekarang, Bapak-Ibu sekalian. Gaspol dan jangan menunggu besok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Kalau bisa, sampaikan potensinya, apa yang bisa kita ambil dari tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh SKPD masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Herman Susilo menambahkan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program SKPD, termasuk melalui penyusunan Minutes of Meeting (MoM) sebagai bahan monitoring dan pengawasan. Ia menjelaskan bahwa setiap SKPD harus mengetahui program yang sudah direncanakan, yang telah dijalankan, beserta kendala yang dihadapi. “Kita bisa mengetahui permasalahan di masing-masing dinas sehingga kita dapat mencari solusi, melakukan penghematan, atau menentukan skala prioritas agar program bisa berjalan dengan baik. Minimal kita bersama-sama melihat anggaran yang terbatas, tetapi tetap berkomitmen menjalankan program yang ada,” jelasnya.
Dalam arahannya, Bupati H. Bahrul Ilmi memberikan penegasan mengenai pentingnya kepastian dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Ia meminta seluruh SKPD memiliki kejelasan serta tidak ragu dalam menentukan langkah kerja. “Dalam langkah kita ini jangan ada lagi yang namanya keraguan. Kita pastikan apakah perencanaan kita ini akan terbangun atau tidak, terlaksana atau tidak. Kalau memang ini terlaksana, kita jalankan. Tetapi kalau ini meragukan dan dipastikan tidak bisa, jangan dilakukan agar kita memiliki ketegasan dan kejelasan. Karena ini kepentingan kita bersama,” tegas Bupati.