Sumber Daya Manusia

Pada saat ini Aparatur Sipil Negara yang ditempatkan di BPKAD Kabupaten Barito Kuala berjumlah 29 (Dua puluh Sembilan ) Orang dengan latar belakang pendidikan yang cukup beragam namun sebagian besar adalah Sarjana Ekonomi Manajemen dan beberapa adalah Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi, untuk mendukung kinerja Bidang Aset Daerah ditempatkan pula ASN yang memang telah memiliki keahlian khusus di bidang Manajemen Aset. Sistem Kerja di BPKAD menuntut pekerjaan dilakukan dengan cepat dan dengan ketepatan yang tinggi, karena Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah memiliki tugas dan fungsi yang cukup penting sehingga dokumen-dokumen perencanaan dan hasil rencana serta dokumen penunjang lainnya harus dibuat dengan se-detail mungkin guna menghasilkan kebijakan yang tepat dalam hal pengelolaan keuangan dan juga pengelolaan aset daerah.

Untuk mencapai tujuan organisasi maka seluruh komponen organisasi diarahkan untuk berperan serta secara aktif dalam membangun sistem yang solid, implementasinya adalah selalu bekerjasama dalam tim sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan bersama, tidak mewakili kepentingan orang per orang tapi yang muncul adalah kebijakan yang berasal dari hasil musyawarah tim. Manajemen kerja yang efisien, efektif waktu dan responsif sampai saat ini mampu menghasilkan kebijakan-kebijakan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang cukup membantu pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi dan misi Bupati Barito Kuala untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.

Hal yang masih harus dilengkapi dan diperbaiki dari segi Sumber Daya Manusia di BPKAD Kabupaten Barito Kuala adalah perlunya disiapkan pemimpin-pemimpin yang lebih mengerti dan piawai dalam memahami liku-liku birokrasi, hal ini berlaku bagi mereka yang menduduki eselonering di BPKAD dari eselon 4 sampai dengan eselon 2. Hal ini sangat penting sekali mengingat sebagai instansi yang vital, BPKAD diharapkan mampu membuat kebijakan-kebijakan strategis dalam waktu yang cepat. Bila pemimpin-pemimpin dibekali dengan teknik perumusan strategi yang baik dalam hal pengambilan keputusan di lingkup birokrasi, tentunya hal ini menjadi nilai plus bagi organisasi karena setiap kali dibutuhkan di saat kapanpun, mampu menghasilkan sebuah keputusan atau kebijakan yang berkualitas dan mempunyai jangkauan yang luas serta tidak memiliki resiko hukum karena kebijakan yang diambil sudah dipertimbangkan secara matang dan terukur dengan baik. Tabel berikut ini menggambarkan formasi ASN di BPKAD Kabupaten Banjar pada saat ini :

NO.Golongan/RuangJumlah (org)
   
1Pembina Utama Muda (IV/c)1
2Pembina Tingkat I (IV/b)1
3Pembina (IV/a)1
4Penata Tingkat I (III/d)7
5Penata (III/c)8
6Penata Muda Tingkat I (III/b)3
7Penata Muda (III/a)4
8Pengatur Tingkat I (II/d)1
9Pengatur (II/c)2
10Pengatur Muda Tingkat I (II/b)1
 JUMLAH29

Selain Aparatur Sipil Negara, tugas-tugas keseharian di BPKAD Kabupaten Barito Kuala juga dibantu oleh beberapa orang tenaga harian lepas yang bertugas sesuai bidangnya, mereka ditempatkan untuk membantu kegiatan administrasi perkantoran, dan cleaning service. Seleksi tenaga harian lepas ini dilaksanakan secara ketat oleh Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dalam rangka mencari sosok pegawai yang memiliki kapabilitas, rajin dan ahli di bidangnya. Tingginya beban pekerjaan, cepatnya ritme kerja dan kompleksnya permasalahan yang terjadi di BPKAD memerlukan bantuan tenaga administratif untuk mendukung sistem kerja agar tugas pokok dan fungsi BPKAD dapat dilaksanakan dengan baik serta menghasilkan output pekerjaan yang tepat waktu dan berkualitas. Berikut ini adalah Tabel yang menggambarkan komposisi ASN di BPKAD berdasarkan pendidikan formal yang dimilikinya :

No. Tingkat PendidikanJumlah (org)
   
    
1S – 3(Doctoral)0
2S – 2(Pasca Sarjana)5
3S – 1(Sarjana)19
4D – 3 (Diploma 3)1
5SLTA4
  JUMLAH29

Ada beberapa ASN di BPKAD Kab. Barito Kuala yang penempatannya tidak begitu sesuai dengan disiplin ilmunya, tidak selaras antara latar belakang pendidikannya dengan bidang kerjanya, hal ini memerlukan analisis lebih lanjut tentang penempatan ASN agar bisa ditempatkan sesuai dengan keahliannya (right man on the right place), namun demikian dengan lingkungan kerja yang cukup nyaman di BPKAD diharapkan setiap ASN bisa berinteraksi dengan baik dalam satu hubungan kerja yang harmonis demi mencapai tujuan organisasi. Selain itu untuk lebih memantapkan kinerja ASN maka telah beberapa kali dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah yang intinya adalah pemahaman tentang implementasi accrual basis accounting. Hal ini dimaksudkan agar ASN dengan berbagai latar belakang pendidikan bisa mengerti dan lebih memahami fungsinya sebagai ASN yang bekerja di bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Struktur ASN menurut eselonering di BPKAD Kabupaten Barito Kuala :

No.EselonisasiJumlah (org)
  
   
1Kepala Badan (Eselon II)1
2Sekretaris (Eselon III)1
3Kepala Bidang (Eselon III)4
4Kepala Sub Bagian (Eselon IV)2
5Kepala Sub Bidang (Eselon IV)8
 JUMLAH16